sabuk ukir pria dan wanita
sabuk ukir dengan berbagai model dan ukuran bisa pesan satuan lebih bagus grosir
Tentu kamu masih ingat bagaimana gaya berpakaian artis dan fhoto model waktu kamu kecil. Artis dan fhoto model mungkin suka memakai sabuk ukir kulit lengkap dengan sepatu kulit derby-nya, tidak lupa rompi kulit ketat bermotif yang kancing produk kulit atasnya dibiarkan terbuka. Gaya berpakaian beliau pada waktu itu tentu saja jauh berbeda dengan gaya penampilanmu sekarang. Karena perkembangan ikat pinggang atau sabuk kulit pria dan wanita di Indonesia selalu berubah seiring waktu. Nah, kamu harus tahu bagaimana perkembangannya.
Mungkin di era inilah masa muda artis dan fhoto model kamu berlangsung. Di akhir 60-an, rock’n roll baru diterima di Indonesia. Pria dan wanita Indonesia pun tidak mau kalah dengan ikut mengadopsi tren ikat pinggang atau sabuk kulit rock’n roll dari budaya Barat yang waktu itu begitu mendunia. Ikat pinggang atau sabuk kulit pria dan wanita masa itu identik dengan sabuk ukir kulit (bahan denim, katun, maupun corduroy). Atasannya, rompi kulit bermotif dengan ukuran super ketat pun menjadi pilihan ukuran dan warna .
Jaket oblong, jaket berkancing depan, atau polo shirt—yang juga super ketat—juga umum dipakai para pria dan wanita . Ciri yang paling menonjol dari ikat pinggang atau sabuk kulit pria dan wanita 60 dan 70-an adalah, bagian bawah produk kulit dimasukkan ke dalam celana, sehingga sabuk/gesper terlihat jelas, rapat mengikat pinggang. Tidak lupa aksesori seperti sepatu kulit derby, loafer, atau sepatu kulit sport, dan kacamata.
Kalau kamu masih ingat film Warkop DKI yang sering diputar waktu liburan dulu, kurang lebih seperti dalam film itulah ikat pinggang atau sabuk kulit pria dan wanita di era 80 dan 90-an. Gaya pria dan wanita di masa itu masih dengan rompi kulit atau jaket polo, dengan ukuran lebih longgar, tapi masih terlihat junkies. Celana yang dipakai disebut baggy, kebalikan dari cutbray. Kalau bagian bawah sabuk ukir kulit lebih lebar dari bagian atasnya, maka celana baggy memiliki bagian bawah yang sempit. Pada umumnya didominasi oleh celana berbahan jins/denim. Untuk aksesori, banyak pria dan wanita 80 dan 90-an memakai jaket kulit. Selebihnya tidak banyak berubah dari era sebelumnya.
Ini masa kita, masa kamu dan saya, Kamu sudah meninggalkan cutbray dan baggy, jaket junkies dan rompi kulit motif. Pria dan wanita milenia mengandalkan penampilan yang lebih fleksibel. Maka apapun yang dipakai, harus berukuran pas. Rompi kulit slimfit polos atau bermotif garis, jugacelana slimfit dan celana pensil berbahan denim atau katun. Di masa ini, jaket oblong jadi primadona. Terutama dengan membanjirnya usaha distro dan clothing. Selain jaket oblong (bergambar atau polos) dan rompi kulit , pria dan wanita milenia memiliki banyak pilihan ukuran dan warna produk kulit atasan, seperti rompi kulit flannel, jumper/sweater, dan jaket v-neck yang bisa dipadupadankan sesuka hati dengan bawahan celana slimfit/pensil atau celana pendek dengan berbagai pilihan ukuran dan warna bahan.
Perkembangan ikat pinggang atau sabuk kulit pria dan wanita di Indonesia yang sangat dipengaruhi tren ikat pinggang atau sabuk kulit dunia. Maka tidak heran kalau perubahannya juga cukup banyak. Apalagi dengan arus informasi yang menyebar semakin cepat di masa kini.







