jakarta grosir apron leather
Faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan
Faktor yang menentukan kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas pelayanan, kualitas produk, harga, dan factor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat.
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana indifidu memilih mengorganisasikan serta mengartikan stimulus yang diterima melalui alat indranya menjadi suatu makna . Meskipun demikian makna dari proses persepsi tersebut yang dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu individu yang bersangkutan, persepsi pelanggan terhadap produk atau jasa berpengaruh terhadap :
- Tingkat kepentingan pelanggan
- Kepuasan pelanggan
- Nilai
Proses persepsi terhadap suatu jasa tidak mengharuskan pelanggan tersebut menggunakan jasa terlebih dahulu.
Kepuasan pelanggan terhadap suatu jasa ditentukan oleh tingkat kepentingan pelanggan sebelum menggunakan jasa disbandingkan dengan hasil persepsi pelanggan tersebut setelah pelanggan merasakan kinerja tersebut
Catatan atau Pembukuan
Ada dua catat-catatan utama dalam yang selalu ada dalam setiap sistem akuntansi manual, yaitu ledger dan jurnal. Ledger terdiri dari ledger umum dan ledger pembantu. Karena ledger pembantu sering dibuat dalam bentuk lembaran terpisah maka ledger pembantu ini sering pula disebut dengan kartu pembatu. Ledger merupakan kumpulan dari perkiraan-perkiraan (account), sehingga ledger umum merupakan kumpulan perkiraan-perkiraan umum dan ledger pembantu merupakan kumpulan dari perkiraan-perkiraan pembantu.
Perkiraan atau account dalam sistem yang berbasis komputer saat ini dapat di definisikan sebagai kesatuan terkecil dari objek akuntansi yang perlu dilaporkan dan dicatat dalam catatan akuntansi.
- Ledger Umum
Seperti disebutkan diatas ledger umum merupakan kumpulan dari perkiraan umum. Perkiraan umum diperlukan untuk menyimpan data-data yang diperlukan untuk menyiapkan laporan keuangan. Jumlah perkiraan yang diperlukan adalah sebanyak perkiraan yang ada dalam laporan keuangan. Sistem akunatansi memiliki dua jenis formolir ledger umum yang biasa digunakan; mempunyai hanya dua kolom angka satu untuk untuk debet dan satu untuk kredit, dan yang memiliki empat kolom angka, tambahan dua kolom untuk mencatat saldo secara terus menerus. Pada sistem akuntansi komputer ledger umum disebut general ledger masterfile yang hanya terdiri dari satu tabel database. Tabel database ini memiliki record sebanyak jumlah account yang digunakan.
- Ledger Pembantu
Perkiraan-perkiraan ledger umum kadang kala memerlukan rincian lebih lanjut baik untuk memenuhi kebutuhan manajemen maupun untuk memenuhi ketentuan pengungkapan dalam laporan keuangan umum. Catatan rinci tersebut disebut dengan ledger atau kartu pembantu. Setiap perkiraan umum dapat dibuatkan ledger pembantunya sepanjang diperlukan. Setiap kerkiraan ledger pembantu sebenarnya dapat saja diajadikan perkiraan ledger umum, namum ini tidak dilakukan karena ada dua alasan. Alasan pertama adalah perkiraan pembatu tersebut sangat banyak sehingga kalau digabung maka perkiraan ledger umum akan menjadi sangat banyak. Keua sebagai alat kontrol, kesalahan dalam pengisian perkiraan dapat dilokalisir, perkiraan ledger umum sekaligus juga berfungsi sebagai perkiraan kontrol atas perkiraan pembantu. Jumlah semua saldo perkiraan pembantu harus sama dengan saldo perkiraan kontrolnya dalam ledger umum.
Perkiraan-perkiran ledger umum yang sering dibuatkan ledger pembantu adalah perkiraan piutang, hutang, persediaan, aktiva tetap dan sebagainya. Bentuk dan isi perkiraan pembantu akan sangat bervariasi, karena rincian yang diperlukan untuk masing-masing perkiraan juga tidak sama. Rincian yang diperlukan untuk perkiraan piutang tidak sama dengan rincian yang diperlukan untuk perkiraan persediaan, dan rincian yang diperlukan untuk perkiraan persediaan juga tidak sama dengan rincian yang diperlukan untuk perkiraan aktiva tetap.
Ledger pembantu pada sistem bebasis komputer juga disebut file master (master file) sehingga ada master file piutang, master file utang , master file persediaan dan sebagainya. Master file ini juga dalam bentuk tabel database yang memiliki record sebanyak account yang ada. Sehingga master file piutang akan meiliki record sebanyak pelanggan, master file hutang memiliki record sebanyak pemasok dan master file persedian meiliki record sebanyak persediaan.
- Jurnal
Pada sistem akuntansi manual untuk memudahkan posting ke ledger khususnya ledger umum transaksi terlebih dulu dicatat kedalam jurnal. Jurnal adalah catatan pertama transaksi. Jurnal merupakan catatan kronologis dari transaksi yang berisikan tgl, perkiraan ayang akan didebet atau dikredit beserta jumlahnya, dan keterangan dari transaksi tersebut. Karena jurnal merupakan catatan kronologis maka jurnal sering juga disebut dengan buku harian.
Pada sistem akuntansi manual taransaksi yang sering terjadi dapat disediakan jurnal khusus disamping jurnal umum. Jurnal khusus adalah jurnal yang hanya dapat digunakan untuk mencatat transaksi tertentu saja, sedangkan jurnal umum dapat digunakan untuk mencatat segala jenis transaksi. Jurnal umum diperuntukkan untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak tersedia jurnal khususnya. Karena dalam perancangan jurnal sebaiknya setiap transaksi sejenis disediakan jurnal khusus sendiri, maka jurnal khusus yang diperlukan akan sangat tergantung pada kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.
Perusahaan dagang yang sering membeli dan menjual secara kredit jurnal khusus yang diperlukan biasanya adalah Jurnal Pembelian, Jurnal Penjualan, Jurnal Penerimaan Kas, Jurnal Penerimaan Kas. Jika penjualan retur sering terjadi maka dapat pula disediakann jurnal Penjualan Retur.
Untuk sebuah hotel kecil misalnya dimana tamu selalu membayar secara tunai dan segala biaya juga hanya dibukukan waktu dibayar maka jurnal khusus yang kita perlukan hanya Jurnal Penerimaan Kas dan Jurnal Pengeluaran Kas ditambah Jurnal Umum untuk membuat ayat jurnal penyesuaian dan penutupan buku pada kahir periode akuntansi.
Pada sistem akuntansi berbasis komputer jurnal khusus dan ledger pembantu biasa diujudkan dalam bentuk modul-modul, sehingga ada modul piutang usaha, hutang usaha dan sebagainya. Masing modul dapat terintegrasi dengan general ledger dan dapat pula terpisah. Jika terintegrasi transaksi yang telah dicatat dalam modul tertentu tidak perlu lagi dicatat ulang ke general ledger. Jika modul khusu ini tidak terintegrasi dengan jeneral ledger maka transaksi yang sudah diinput ke general ledger perlu diinput lagi ke general ledger.
Merancang jurnal khusus. Ada dua jenis kolom angka pada jurnal khusus, pertama kolom khusus dan kedua kolom umum atau serba-serbi. Kolom khusus digunakan untuk mencatat angka debet atau kredit perkiraan tertentu, tidak dapat digunakan untuk perkiraan lain. Sedangkan kolom umum diperuntukkan untuk mencatat angka debet ataupun angka kredit bagi perkiraan-perkiraan yang tidak tersedia kolom khususnya. Dalam merancang kolom jurunal khusus perkiraan yang sering timbul perlu disediakan kolom khusus sedang untuk perkiraan yang jarang timbul cukup dicatat pada kolom rupa-rupa atau kolom serba-serbi saja.




