• Status Order
  • Tlp: 081323049190
  • SMS/WA: 081323049190
  • BBM : D64BBF98
  • info@rajakulit.com
Terpopuler:

harga jaket online model jaket kulit motor

30 November 2016 - Kategori Blog

harga jaket online model jaket kulit motor

harga jaket online model jaket kulit motor

harga jaket online model jaket kulit motor

bagaimana jika anda mencari jaket kulit online  dimana cari toko yang pas yang enak bila diajak untuk chat , ya tentunya jika anda memesan jaket kulit model tentunya harus banyak bertanya dan model yang anda pesan harus benar pas dengan keinginan  untuk itu kami menyediakan banyak CS untuk anda sehingga pertanyaan pertanyaan anda akan cepat kami sespon pelayanan kami 24 jam sehingga anda bisa updte  pesanan anda sampai sejauh mana pesanan diproses

harga jaket online model jaket kulit motor  beraneka ragam harga ada yang murah ada yang mahal tergantung anda bisa menawarnya , kok bisa ditawar ya ,anda bisa menawar harga diperusahaan kami

khusus pelanggan baru , pelanggan untuk perusahaan kami utamakan , untuk respon cepat anda bisa menghubungi kami di 0182323049190

selamat berbelanja dan tawar menawar ya

 

ekonomi news :

  • Komponen Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 Revisi 2009 Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari unsur-unsur berikut ini:

  1. Neraca (Balance Sheet)

Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu yang terdiri dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

  1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan penjualan, serta berbagai biaya dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu. Dengan demikian maka laporan laba rugi  menunjukkan laporan selama satu periode.

 

  1. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menyajikan peningkatan dan penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas beguna untuk meneliti kecermatan dari transaksi arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya, dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, dan pendanaa. Selain itu informasi arus kas histori sering digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan.

  1. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencangkup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam PSAK serta pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan laporan keuangan secara wajar.

  • Analisa Laporan Keuangan

Penggunaan rasio dalam analisis laporan keuangan adalah menstandarkan informasi yang dianalisis sehingga dapat dibuat perbandingan rasio dalam perusahaan yang berbeda atau mungkin dalam perusahaan yang sama pada periode waktu yang berlainan. Kinerja keuangan perusahaan dapat diartikan sebagai prestasi yang telah diwujudkan melalui kerja yang telah dilakukan secara maksimal yang dituangkan dalam suatu laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal yang dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan pada periode tertentu.

Kelima analisis rasio tersebut secara umum untuk mengetahui gambaran prospek dan resiko yang akan dihadapi perusahaan di masa mendatang. Kelima faktor tersebut akan mempengaruhi ekspektasi investor terhadap perusahaan di masa mendatang. Lima kelompok rasio keuangan tersebut adalah :

  • Rasio likuiditas, merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar, yaitu aktiva yang mudah diubah menjadi kas yang meliputi kas, surat berharga, piutang, dan persediaan.

2.) Rasio aktivitas, merupakan rasio yang menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan assets untuk memperoleh penjualan. Dengan kata lain, rasio aktivitas menunjukkan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal, kemudian dengan cara membandingkan rasio aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri.

3.) Rasio Solvabilitas, merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini mengukur likuiditas perusahaan untuk jangka panjang, sehingga rasio ini berfokus pada sisi kanan neraca. Apabila total hutang lebih besar daripada total aset, maka perusahaan dikatakan tidak solvabel. Ada beberapa macam rasio solvabilitas, antara lain rasio total hutang terhadap total aset, rasio time interest earned, dan rasio fixed charges coverage.

4.) Rasio profitabilitas, merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Bagi investor jangka panjang, rasio profitabilitas dapat digunakan untuk melihat keuntungan yang benar-benar akan diterima dalam bentuk deviden. Rasio ini akan dibahas tersendiri, karena merupakan bagian dari penelitian.

5.) Rasio pasar, merupakan rasio yang membandingkan harga pasar terhadap nilai buku. Sudut pandang rasio ini lebih banyak dilihat berdasarkan sudut pandang investor atau calon investor, meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio ini. Ada beberapa macam rasio pasar, antara lain PER (Price Earning Ratio), dividend yield, dan pembayaran dividen (dividend payout).

  Pecking order theory

 

Pecking order theory mengasumsikan bahwa perusahan bertujuan untuk

memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Perusahaan berusaha

menerbitkan sekuritas pertama dari internal fund, retained earning, kemudian

utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas (Myers dalam Darminto dan adler,

2008). Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal

didasarkan pada defisit pendanaan internal.

  1. a) Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam atau

pendanaan internal daripada pendanaan eksternal. Dana internal tersebut

diperoleh dari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional

perusahaan.

  1. b) Jika pendanaan eksternal diperlukan, maka perusahaan akan memilih

pertama kali mulai dari sekuritas yang paling aman, yaitu hutang yang

paling rendah risikonya, turun ke hutang yang lebih berisiko, sekuritas

hybrid seperti obligasi konversi, saham preferen, dan yang terakhir saham

biasa.

  1. c) Terdapat kebijakan dividen yang konstan, yaitu perusahaan akan

menetapkan jumlah pembayaran dividen yang konstan, tidak terpengaruh

seberapa besarnya perusahaan tersebut untung atau rugi.

  1. d) Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan kas karena adanya kebijakan

dividen yang konstan dan fluktuasi dari tingkat keuntungan, serta kesempatan bertumbuh, maka perusahaan akan mengambil portofolio

investasi yang lancar tersedia.

Pecking order theory tidak mengindikasikan target struktur modal. Pecking

order theory menjelaskan urut-urutan pendanaan. Manajer keuangan tidak

memperhitungkan tingkat hutang yang optimal. Kebutuhan dana ditentukan oleh

kebutuhan investasi. Pecking order theory ini dapat menjelaskan mengapa

perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai

tingkat hutang yang kecil.

Model pecking order theory memfokuskan pada motivasi manajer korporat, bukan pada prinsip-prinsip penilaian pasar modal. Pecking order theory

mencerminkan persoalan yang diciptakan oleh asimetrik informasi. Kalau bisa

memperoleh sumber dana yang diperlukan tanpa memperoleh sorotan dan

publisitas publik sebagai akibat penerbitan saham baru. Dasar pemikirannya

didasarkan pada penjelasan berikut ini Myers (dalam Mutaminah, 2003) :

  1. a) Para manajer mengetahui lebih banyak tentang perusahaan daripada investor

luar, namun mereka enggan untuk menerbitkan saham ketika percaya saham

mereka adalah undervalued.

  1. b) Investor memahami bahwa para manajer mengetahui lebih banyak dan

mereka mencoba menerbitkan sesuai waktu yang tepat.

  1. c) Para manajer menginterpresentasikan keputusan untuk menerbitkan ekuitas

sebagai bad news, dan perusahaan dapat menerbitkan ekuitas hanya pada

harga discount.

  1. d) Perusahaan yang bekerja berdasarkan filosofi pecking order theory dan
membutuhkan ekuitas eksternal kemungkinan tidak akan memanfaatkan

kesempatan bertumbuh yang baik, karena saham tidak dapat dijual pada “Fair Price”.

  1. e) Pertimbangan biaya emisi, biaya emisi obligasi lebih murah dari biaya emisi

saham baru hal ini disebabkan karena penerbitan saham baru akan menurunkan harga saham lama.

, , , , , , , , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp

 
Chat via Whatsapp