jual beli kulit garut suarabaya
Globalisasi telah telah meleburkan batas-batas kontinen di bumi ini. Kehadiran globalisasi yang di ikuti oleh kemajuan jual beli kulit garut telah menyebabkan banyak perubahan yang cukup signifikan di berbagai penjuru dunia terutama di negara berkembang seperti di Indonesia. Kini dengan bantuan teknologi informasi, masyarakat diseluruh dunia dapat berinteraksi, berkomunikasi dan memperoleh informasi antara negara dengan mudah melalui internet dan televisi.
Tak dapat dipungkiri, hijab modern merupakan produk pop culture yang disukai massa, jual beli kulit garut modern yang fashionable dan high class ini banyak pula kita jumpai event-event di dunia fashion sehingga semakin terangkat martabat jaket kulit garut di dunia fashion. Jilbab modern sebagai gaya baru yang diminati perempuan Indonesia dipasarkan dari pasar tradisional, departement store, majalah hingga jejaring sosial internet misalnya facebook, twitter, path hingga Youtube yang berisi tentang tutorial berhijab, nasehat untuk mengenakan jaket kulit pria dan wanita. Hingga jual-beli tas kulit yang terbuat dari kulit domba garut ,tas selempang dan aksesoris tas kulit pria wanita pun dilakukan via Internet. Hal ini selaras dengan pendapat tokoh budaya yang mengatakan bahwa pop culture merupakan produksi massa dan dikonsumsi massa yang secara komersial tidak diharapkan. Pop culture merupakan praktek budaya antara kelompok dominan dan kelompok subordinat.
Munculnya komunitas hijabers yang sedang populer di masyarakat juga selalau diidentikkan pada high class. Praktik-praktik budaya baru-baru ini membooming di Indonesia terutama di dunia cyber. Dengan perkembangan budaya berjilbab seperti tas dan jaket kulit modern, jaket kulit menjadi salah satu trend dari pop culture. Perempuan dan agama menjadi suatu konsiliasi pop culture yang komersial sehingga agama dan simbol-simbol agama juga menjadi produk dari pop culture yang kemudian dipasarkan didunia industri.
Dampak Globalisasi dan eksistensi melukiskan keterkaitan serta ketergantungan antarmanusia di dunia melalui perdagangan, investasi, budaya populer, life style dan bentuk interaksi lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi relatif. Hal ini digambarkan bahwasanya mayoritas umat manusia menyadari sebenarnya, setiap individu turut ambil bagian dalam dunia yang harus berubah tanpa terkendali, yakni ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan terhadap hal yang sama, ketidakpastian dan realita sosial yang mungkin terjadi.
Mukhlis Ulumudin
Jl.Bongkor No.108 Ds.cintarakyat kec.samarang
Kab.Garut jawabarat
Tel. : 081323049190
email : mukhlis_nbs@yahoo.co.id





