model persaingan bisnis produk jaket kulit indonesia
Ada dua prilaku penting yang sering muncul dalam keadaan oligopoli yang seringkali tidak diperhitungkan dalam model persaingan sempurna. Pertama adalah perilaku persekongkolan (collusive behavior). Setiap perusahaan senantiasa mungkin tergoda untuk menetapkan harga lebih tinggi daripada tingkat harga yang bisa menjamin keuntungan maksimum, sebagai bagian dari suatu kesepakatan bahwa perusahaan lain akan bertindak serupa,karena setiap keuntungan perusahaan akan lebih tinggi jika pesaing–pesaingnya menetapkan harga tinggi, kesepakatan demikian dapat meningkatkan keuntungan semua perusahaan (tas beban konsumen) secara sekaligus.
model persaingan bisnis produk jaket kulit indonesiaPerilaku penentuan harga dengan kesepakatan seperti ini bisa diatur melalui kesepakatan terang– terangan atau dengan strategi yang dikoordinasikan secara sembunyi-sembunyi seperti rekayasa agar satu perusahaan tertentu bertindak sebagai pemandu harga bagi sektor industri yang bersangkutan secara menyeluruh. Kedua perusahaan oligopolistik juga menempuh perilaku strategis yakni mereka bisa melakukan sesuatu yang tampaknya mengurangi keuntungan, akan tetapi sebetulnya dimaksudkan mempengaruhi perilaku pesaing-pesaing seemikian rupa seperti yang diinginkannya, sehingga akan memberikan keuntunngan lebih besar dalam jangka panjang . Contohnya suatu perusahaan membangun kapasitas tambahan bukan untuk meningkatkan produksi melainkan sekedar untuk menghalangi masuknya oerusahaan baru yang berpotensi untuk menjadi saingan kedalam sektor industri oligopolistik. Selalu terbuka kemungkinan bagi adanya tindakan persekongkolan maupun rekayasa stategis diantara perusahaan oligopolistik membuat analisis oligopolistik menjadi tambah rumit
model persaingan bisnis produk jaket kulit indonesia





