model rok kulit a line
new & bisnis:
Sistem Pelaporan Buku Besar/Keuangan (SPBBK)
Sistem Buku Besar (SBB) dan Sistem pelaporan keuangan (SPK) adalah dua subsistem yang saling erat kaitannya. Besarnya input ke sistem BB datang dari siklus transaksi. Rangkuman aktivitas siklus transaksi ini diproses oleh SBB untuk memperbaharui akun-akun buku besar.
Sistem pelaporan keuangan mengukur dan melaporkan status sumber daya keuangan dan perubahan dalam sumber daya-sumber daya tersebut. SPK mengkomunikasikan informasi ini terutama kepada pihak pemakai eksternal.
Siklus transaksi memproses peristiwa individual yang dicatat dalam jurnal khusus dan akun buku besar pembantu. Rangkuman transaksi-transaksi ini mengalir ke dalam GLS dan menjadi sumber input untuk sistem pelaporan manajemen (MRS) dan FRS.
Kumpulan informasi yang mengalir ke GLS datang dari subsistem siklus transaksi. Namun, perhatikan bahwa informasi itu juga mengalir dari FRS sebagai umpan balik ke GLS. Nanti kita akan menggali hal ini lebih dalam lagi. Lainnya, peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi seperti transaksi stok, merger, dan pengaturan tuntutan hukum, di mana mungkin tidak ada siklus pemrosesan formal, dimasukkan ke GLS secara langsung.
Sistem Pelaporan Manajemen
Sistem Pelaporan Manajemen (SPM) menyajikan informasi keuangan internal yang diperlukan manajemen sebuah bisnis. Para manajer harus segera menangani banyak masalah bisnis hari demi hari, juga rencana dan kontrol atas kegiatan operasi mereka. Para manajer memerlukan informasi yang berbeda untuk berbagai jenis keputusan yang dilakukan. Laporan-laporan yang tipikal yang diproduksi oleh SPM meliputi anggaran, laporan varian, analisis biaya volume laba, dan laporan-laporan yang menggunakan current cost (bukan historical cost).
Merancang suatu sistem pelaporan manajemen yang efektif memerlukan suatu pemahaman akan apa yang dilakukan para manajer dan jenis-jenis masalah yang dihadapinya. Topik berikut ini memberikan wawasan akan faktor-faktor yang mem-pengaruhi kebutuhan informasi manajemen: proses pengambilan keputusan; prinsip-prinsip manajemen; fungsi, level, dan jenis keputusan manajemen; struktur masalah; jenis laporan manajemen; akuntansi pertanggungjawaban; dan pertim-bangan perilaku.
Pengambilan keputusan rasional bukan merupakan tindakan yang spontan. Tindakan terdiri atas serangkaian langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh pihak yang mengambil keputusan. Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan adalah:
- Mengidentifikasi masalah.
- Mengevaluasi solusi alternatif.
- Mengimplementasikan solusi yang terbaik.
- Melakukan pemeriksaan pasca-implementasi.
struktur organisasi
Struktur organisasi mecerminkan distribusi tanggungjawab, otoritas dan akuntabilitas seluruh organisasi. Perusahaan mencapai seluruh tujuannya dengan membangun tujuan yang dapat diukur secara keuangan untuk unit-unit operasionalnya. Misalnya operasi anggaran mengalir kebawah. Ini merupakan mekanisme dimana manajer senior membawa standar yang harus dipenuhi oleh sub ordinatnya, untuk kemudian diukur pada periode mendatang. Pemahaman akan pola distribusi tanggung-jawab, otoritas dan pertanggungjawaban merupakan hal yang mendasar untuk menilai kebutuhan informasi pemakai.






