Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, penjahit/pengrajin, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah sebagai berikut.
Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku
Tiap-tiap industri penjual jaket kulit membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.
Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya: industri ikat pinggang kulit, industri pemintalan, dan industri kain.
Industri fasilitatif penjual jaket kulit atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan / penjual jaket kulit untuk keperluan orang lain
Klasifikasi Industri Berdasarkan Penjahit/pengrajin
Berdasarkan jumlah penjahit/pengrajin yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
Industri UKM, yaitu industri yang menggunakan penjahit/pengrajin kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, penjahit/pengrajin berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala UKM itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri tas kulit ringan.
Industri kecil, yaitu industri yang penjahit/pengrajinnya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, penjahit/pengrajinnya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan penjahit/pengrajin sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, penjahit/pengrajin memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perpenjualan jaket kulitan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri celana kulit, dan industri keramik.
Industri besar, yaitu industri dengan jumlah penjahit/pengrajin lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, penjahit/pengrajin harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perpenjualan jaket kulitan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.






