Sandal Kulit Pria SKP 09

Kategori: LEATHER PRODUCT | 1202 Kali Dilihat
Sandal Kulit Pria SKP 09 Reviewed by jaket kulit on . This Is Article About Sandal Kulit Pria SKP 09

Sandal Kulit Pria SKP 09 sepatu kulit keren,sandal dan sepatu wanita terbaru,dompet pria kulit,harga dompet kulit,sandal murah online,tas kw murah,belanja baju murah,cari baju murah,grosir sandal sepatu,baju kaos anak,online shop tas,sandal untuk wanita,tas bandung,sepatu santai pria Tokoh_Sejarah – Anwar Musaddad www.garutkab.co.id Nama Musaddadiyah sudah tidak asing lagi di Garut, sebab Musaddadiyah… Selengkapnya »

Rating: 1.0

Hubungi Kami

Order via SMS

081323049190

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : SKP 09
Stok Tersedia
Kg
10-09-2015
Detail Produk "Sandal Kulit Pria SKP 09"

Sandal Kulit Pria SKP 09

sepatu kulit keren,sandal dan sepatu wanita terbaru,dompet pria kulit,harga dompet kulit,sandal murah online,tas kw murah,belanja baju murah,cari baju murah,grosir sandal sepatu,baju kaos anak,online shop tas,sandal untuk wanita,tas bandung,sepatu santai pria

Tokoh_Sejarah – Anwar Musaddad
www.garutkab.co.id
Nama Musaddadiyah sudah tidak asing lagi di Garut, sebab Musaddadiyah merupakan salah satu nama lembaga pendidikan di kota Garut yang terbilang besar serta dikenal oleh masyarakat. Tepatnya di Jaya Raga, Tarogong. Nama lengkapnya Yayasan Pendidikan Al-Musaddiyah Garut, yang membuka lembaga pendidikan dari taman kanak-kanak sampai ke perguruan tinggi.

Pesantren itu didirikan oleh Anwar Musaddad beserta dengan keluarganya. Sewaktu masih kecil Anwar Musaddad dikenal dengan Dede Masdiad. Lahir di Garut tanggal 3 April 1910. Ketika berumur empat tahun sudah yatim, serta diasuh oleh ibu dan neneknya yang waktu itu mengelola usaha Batik Garut dan Dodol Kuraetin.

Dikarenakan bukan merupakan anak keturunan ningrat, Dede harus sekolah di HIS Kristen dan melanjutkan ke MULO Kristen di Sukabumi. Ketika di Sukabumi Dede sempat belajar agama Islam kepada Ustad Sahroni.. Sesudah tamat dari MULO Dede melanjutkan ke AMS Kristen di Jakarta.

Baru dua tahun di AMS, beliau disuruh pulang ke Garut oleh keluarganya, sebab diberitakan sering keluar masuk ke Gereja. Oleh keluarganya beliau dimasukan pesantren di Cipari yang waktu itu dipimpin oleh Kyai Harmaen. Ketika itu pula Dede berganti nama menjadi Anwar Musaddad. Beliau lalu mempelajari bahasa Arab serta pindah ke Jakarta. Waktu di Jakarta, beliau menumpang tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto, salah seorang tokoh Serikat Islam (SI).

Tahun 1930, beliau berangkat ke Mekah menyertai ibu dan neneknya ibadah haji. Akan tetapi beliau lalu sekolah di Madrasah Al-Falah, sampai mengajar di tempat itu. Di Mekah Anwar menikah dengan Maskatul Millah, anak mukimin dari Ciparay. Beliau lalu mempelajari agama Islam ke berbagai syekh dan ulama besar di Masjidil Haram.

Tahun 1941, beliau pulang ke Indonesia serta rajin mengadakan ceramah. Zaman Jepang beliau diangkat menjadi Kepala Kantor Urusan Agama Priangan yang pertama menjadi Ketua Masyumi daerah Priangan. Zaman revolusi, beliau bergabung dengan tentara Hisbullah dan memimpin pasukan dengan K.H. Yusuf Tauziri, malahan pernah tertangkap oleh Belanda.

Sesudah Indonesia merdeka, Anwar Musaddad ditugaskan untuk mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) di Yogyakarta oleh Menteri Agama. Sesudah Perguruan Tinggi itu berdiri beliau menjadi dosen bahasa Arab dan berdakwah di sana. Tahun 1960, beliau ditugaskan lagi untuk mendirikan dan mengelola IAIN di Bandung. Sampai beliau menjadi rektor IAIN Sunan Gunungjati Bandung yang pertama dalam tahun 1968. Disamping itu, beliau ditunjuk pemerintah menjadi anggota panitia menerjemahkan dan mengartikan Al-Qur?an dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda.

Sesudah pensiun, beliau mendirikan lembaga pendidikan Al-Musaddadiyah di Garut, yang awalnya hanya membuka Fakultas Syari?ah sampai membuka Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG).

Beliau wafat di Garut pada tanggal 21 Juli 2000, dan dimakamkan di Komplek Pesantren Al-Musaddadiyah.

 
Chat via Whatsapp