sepatu pdh polisi
Peabody was destined to be the hub of the leather industry. It was an ideal place for the tanning business because of all the clean and abundant water
Model persaingan monopolistik bertumpu pada dua asumsi diseputar persoalan saling ketergantungan sepatu pdh polisi (interdependensi) yaitu :
- Setiap perusahaan dianggap mampu membedakan produknya dari produk– produk saingannnya .artinya para konsumen tidak akan langsung berbondong–bondong membeli produk–produk perusahaan lain hanya karenma sedikit selisih harga .adanya perbedaan dan penganekaragaman produk (product differentiation) satu jenis produk dibuat sedemikian rupa sehingga masing–masing merk nampak unik dan berbeda dari yang lain.Ini menjamin bahwa setiap perusahaan memiliki monopoli dalam produk khas didalam satu industri atau punya pasar sendiri sehingga mereka agak terisolasi dari tekanan pesaing
- Setiap perusahaan menganggap harga yang ditetapkan oleh para pesaingnya sebagai sesuatu yang tetap (given) artinya ia mengabaikan dampak dari harga yang ditetapkannya terhadap harga dari perusahaan – perusahaan lainnya. Dengan demikian model persaingan monopolistik ini mengasumsikan bahwa meskipun setiap perusahaan dalam prakteknnya menghadapi tekanan persaingandari perusahaan–perusahaan yang lainnya, namun ia cenderung bertindak sebagai layaknya sebuah perusahaan monopolis. Model ini disebut sebagai model persaingan monopolistik .
Apakah perusahaan persingan monopolistik itu benar – benar ada? Beberapa industri mungkin patut dipertimbangkan sebagai industri persaingan monopolistik.misalnya saja industri mobil di eropa,dinana beberapa produsen yang utama ( ford, general motor, volkswagen, renault, peugeot, fiat, volvo, nissan) menawarkan mobil-mobil yang sebenarnya sangat berbeda dalam ke khasanya, namun satu sama lain saling bersaing..Daya tarik utama dari model persaingan monopolistiktidak terdapat pada kesederhanaanya .Model persaingan monopolistik memberikan kita tinjauan yang sangat jelas tentang bagaimana skala ekonomi akan dapat menghasilakan keuntungan perdagangan bagi para pihak-pihak yang terlibat secara aktif didalamnya .
Mengembangkan suatu model dasar dari persaingan monopolistik, sebagai gambaran suatu induntri yang dihuni oleh beberapa perusahaan yang saling bersaing perusahaan–perusahaan itu menghasilkan produk yang berbediaaa artinya barang-barang yang tidak persis sama, namun bisa merupakan penggani (subsitusi) satu sama lain .Karena itu setiap perusahaan sampai batas tertentu merupakan monopolis dalam artian ia merupakan satu-satunnya perusahaan yang menghasilkan jenis barang tertentu. Permintaan untuk barang tersebut ditentukan oleh jumlah produk lain yang mirip yang tersedia di pasar dan perusahaan–perusahaan tersebut, sehingga sabagai akibatnya mereka menetapkan harga yang lebih rendah lagi. Model persaingan monopolistik mampu menangkap elemen-elemen pokok dari suatu pasar yang mengandung skala ekonomi dan merupakan pasar persaingan tidak sempurna . Hanya sedikit industri yang tergambarkan dengan baik oleh persaingan monopolistik, sedangkan kebanyakan struktur pasar yang ada didalam kenyataan adalah struktur oligopoli dengan sejumlah kecil perusahaan yang secara aktif terlibat dalam persaingan monopolistik.Dalam struktur yang sesungguhnya, anggapan bahwa masing-masing perusahaan akan berprilaku seolah-olah ia merupakan monopolis murni,mungkin tidak berlaku lagi. Sebaliknya mereka biasanya sadar sepenuhnya bahwasannya tindakan–tindakan mereka akan mempengaruhi tindakan perusahaan lain dan mereka akan senantiasenghitung kemungkinan dan resiko interdependensi.






